31 Desember 2012

Catatan bersama Pak D.E Setijoso


Catatan COP dengan Presiden Direktur Komisaris BCA ,Bapak D.E Setijoso
21 Desember 2012

                Jumat 21 desember 2012 menjadi suatu moment berharga bagi kami PPA 24 dan 25,karena di satu hari sebelum libur panjang itu kami diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Bapak D.E Setijoso untuk membagikan pengalamannya,dengan pertemuan yang bertemakan CEO wisdom.

              Menjadi suatu kesempatan yang berharga karena pada waktu itu saya  menjadi perwakilan dari PPA 25 untuk MC dalam acara tersebut bersama dengan seorang  perwakilan dari PPA 24.
Bagi saya pribadi pertemuan itu merupakan pertemuan yang menarik dan inspiratif. Walupun  beliau sudah senior sekali dan banyak pengalaman tetapi beliau mempunyai jiwa yang bisa disesuaikan khususnya saat berbicara dengan kami yang masih jauh di bawah beliau.

         Ada beberapa catatan menarik dan inspiratif  yang bisa saya ambil dari pertemuan itu,dan tentunya catatan-catatan ini merupakan kesimpulan yang bisa saya ambil dalam pertemuan tersebut.

                     Perbincangan Pak Setijoso dimulai dengan membahas lagu yang memang sengaja ia minta untuk dibawakan pada acara tersebut yaitu lagu I have a dream, beliau mengataknan bahwa setiap orang harus dan wajib mempunyai mimpi untuk bisa terus berkembang. Beliau kemudian mulai bertanya kepada beberapa mahasiswa-mahasiswi tentang mimpi-mimpi mereka dan hak yang membuat terbuktinya pengalaman beliau yang sangat besar adalah setiap mimpi yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi teryata beberapa pernah dimilikinya dan ada dalam pengalaman hidupnya.

            Perbincangan selanjutnya beliau mengatakan bahwa sudah seharusya kita seimbang dalam pekerjaan dan juga dalam keluarga, bagaimana juara dalam keluarga juga juara dalam perusahaan. Beliau mengatakan dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas tentunya dengan memiliki knowledge dan skill ditambah dengan ingredients nya yaitu integritas dan komitmen.

            Di akhir sesi Pak Setijoso berbicara tentang bagaimana seharusnya anak muda lakukan,hal yang bisa saya ambil dari perbincangan beliau di sesi terakhir adalah:
Enjoy your spring time beliau mengatakannya  dimana kita diharapkan untuk bisa menikmati masa-masa muda kita,bahkan beliau sempat bercanda menanyakan siapa saja yang sudah punya pacar dan karena yang mengangkat tangan Cuma sedikit beliau mengatakan bahwa yang belum punya untuk segera mencari.
Kesimpulannya 

“LAKUKANLAH APA YANG SEHARUSNYA ANDA LAKUKAN SAAT INI KARENA ADA SAATNYA NANTI ANDA TIDAK BISA  MELAKUKAN APA YANG INGIN ANDA LAKUKAN”
                                                                                -Pak D.E Setijoso-

 catatan kecil:
Sempat waktu itu saya membuat kesalahan memanggil nama beliau dengan sebutan Pak DES dan itu terlontar begitu saja karena saya kaget dan saya sadar itu. menurut beberapa sumber beliau tidak suka dipanggil seperti itu. Pak Hendra dan Pak Winata langsung memanggil saya sambil memberi kertas selembar untuk tidak memanggil dengan nama tersebut.

Menulis Kembali


Kangen,kangen,kangen banget tentunya bukan kangen sama hal-hal yang ngak penting,
Jujur kangen banget sama yang namanya nulis blog,udah hampir dua tahun semenjak masuk PPA bisa dibilang ngak pernah namanya nulis di blog. Kesibukan di PPA bener-bener buat hobi nge-blog terabaikan. Salah satu hal yang membuat gw hobi ngeblog di sma adalah karena dengan nulis di blog gw berharap inspirasi-inspirasi gw bisa tersalurkan dan siapa tahu inspirasi gw berguna bagi orang-orang yang kebetulan lewat dan membaca blog gw.

                Kadang emang menyesal karena dua tahun ngak bisa nulis dan tentunya banyak hal yang gw rasa perlu ditulis jadi terlewatkan. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya,dua tahun  ngak nulis di blog paling membuat gw sekarang dapet banyak inspirasi, terlalu banyak inspirasi sampai bingung mana isnpirasi yang mau ditulis duluan. Dua tahun ngak nulis banyak kejadian yang menurut gw pengen banget gw tulis dalam blog gw ini mulai dari masuk PPA,perjuangan gw di PPA,dapet sahabat baru, berantem sama temen, suka sama cewe (yaiyalah masa sama cwo) sampai yang namanya ditolak sama cewe (UPSSSSSSS). Semua itu menjadi memori dan kenangan yang dari beberapa hal itu ngak pernah bisa terlupakan buat gw.
                Di akhir cawu PPA ini gw bener-bener mau memanfaatkan waktu yang tersisa dengan menulis karena seperti yang diakatakan “yang terucap akan akan lenyap dan yang tertulis akan abadi”
               
 Semua yang gw tulis di blog ini jika melibatkan seseorang pasti akan gw samarkan namanya jika memang bagi gw ngak perlu orang lain tau siapa dia atau mungkin pakai inisial.



               

27 Desember 2012

TERUNTUKMU


Bulan redup seiring bersinarnya matahari
Angin berhembus menyapu setiap debu yang terjatuh
Kini ku kembali dalam bayanganmu
Bayangan yang seakan tidak pernah tinggal manakala aku terlelap


Aku kembali takut untuk melihatmu…
Melihat sorotan mata yang telah lama tersimpan dalam hati
Menggagumi ketulusan bicaramu yang tidak pernah luput
Merindu bahkan aku takut bukan aku tak mampu
Megenangmu seakan menghapus yang telah ada kini…


Senja memang telah telat dihari
Tapi cinta akan tetap bersinar seperti mentari esok
Mencoba untuk menyadari akan suatu ini
Suaru hal yang ini hanya aku yang tahu


Cinta tidak pernah pergi dan tenggelam…
Cintaku bukanlah air di lautan yang surut akan lalu pasang…
Terimakasih untuk senyummu…
Senyum yang selalu kunanti sejak lama….


Terimakasih untuk perubahan ini…
Semoga masih ada mentari untuk semua perasaanku ini…
Mungkin mentari esok atau mentari lusa…
Aku akan tetap bertahan mendampingi mentari yang terbit

 
                                                Teruntuk…………….

                                                                                                Di keheningan malam,…….

27 Agustus 2011

PPA 25


SILVER GENERATION

Petualangan baru dan suasana baru itulah yang seharusnya saya bilang tentang perjalanan saya setelah di Seminari, yaitu PPA BCA.hampir setahun sudah saya memang berada di PPA ini yaitu tepatnya tanggal 17 september 2010.Terlalu banyak kesibukan dan terlalu banyak perjuangan yang membuat saya tidak bisa kembali menulis.Tapi tentunya disini saya tidak akan menceritakan bagaimana suka dan dukanya saya di PPA tapi bagaimana saya mempunyai banyak teman-teman baru di PPA dan darimana aja sie mereka.

Bisa dibilang teman-teman baru saya ini berasal dari banyak daerah ada yang dari malang,Surabaya,magelang,manado,Palembang,Pontianak,riau, dan paling jauh Papua. Itu sebenarnya belum semua hanya sebagian daerah yang saya sebutkan.Saya di PPA tergabung dalam PPA angkatan 25 yang berisikan 42 orang dengan jumlah laki-laki 10 orang dan perempaun 32 orang dan selanjutnya kami menyebut nama kami adalah SILVER GENERATION.

Sudah banyak hal yang kami lewatkan bersama mulai dari merayakan ulang tahun bersama,jalan-jalan angkatan bersama,outing bersama dan banyak lagi yang serba bersama…hehehhe.

Terlalu banyak yang harus diceritakan dan cerita ini baru cerita pembuka saja………

01 Agustus 2011

Senandung Sepi

Aku tak pernah mengerti memuja....
Sampai aku mengerti cara mencintaimu....
Deburan ombak di lautan terlalu sedikit....
Sedikit untuk mengambarkan cintaku yang besar padamu....

Hatiku berdetak kencang saat aku dekatmu..,
Aku terdiam dan mataku memandangmu....
Sebuah perasaan yang terlontar cepat....
Hatiku telah mengatakannya....
Mengatakan....
Bahwa aku mencintaimu.....

Kesabaran yang kuhadapi....
Bahkan saat kau terlalu cuek.....
Terlalu diam dan diam akan semuanya.....
Mencoba untuk tidak mengerti....

Ku takkan pernah jadi sempurna....
Sempurna seperti langit di udara....
Berubah seperti apa kata mereka....
Biarlah aku jadi apanya diriku.....

Cahaya bintanp itu selalu menuntunku...
Mengajari aku yang sebenarnya diriku....
Menguatkan aku saat aku bimbang....
Biarlah aku jadi adanya diriku....

Sercecah cinta membuat aku mengerti....
Ketulusan dan kepercayaan adalah kuncinya....
Cinta berusaha mengerti arti ketulusan itu....
Menerima semuanya karena cinta.....

Inilah aku apa adanya dengan ketulusan...
Sempurna seperti maumu memang ku tak bisa....
Tetapi....
Menerima dirimu apa adanya aku sanggup....
Inilah aku....
Tak sempurna tetapi memiliki ketulusan dan sebuah cinta....



Dkeheningan malam sunyi....
Jakarta 120511

Cerpen:Hatiku Untuk Kamu

Jakarta,11 Januari 2010....

Pagi ini masih saja matahari bersembunyi di balik awan,hujan rintik membasahi dedaunan yang mulai mencoklat.
Aku masih saja terbaring malaz diatas tempat tidur berselimut menghadapi udara yang dingin ini.

Aku memang lelah sekali,seharian ini aku sibuk membereskan kamarku,karena aku harus segera pindah ke bali.
Mungkin berat bagiku karena aku harus meninggalkan teman-temanku.

Sesaat aku melihat ke arah dinding,disitu tertempel foto seorang perempuan yang aku cintai.
Entahlah sampai saatnya aku harus pergi aku belum menyatakan perasaanku kepada perempuan itu.
Aku hanya bercerita kepada teman-temanku kalau aku suka padanya.
Aku merasa dia sudah tahu,karena pasti teman-temanku memberitahukannya.
Yasudahlah aku memang pengecut.

13 Januari 2010

Udara yang cerah mengantar kepergianku kali ini,semua teman-teman terbaikku mengantar aku pergi,tak terkecuali dia.
Ada yang aneh dari dirinya entah mengapa sepertinya dia tidak bersemangat hari ini.
Aku mencoba cuek dengannya dan membiarkan semuanya berlalu saja.
"aku pergi ya teman-teman,sampai jumpa nanti liburan."itulah kata-kata yang aku ucapkan kepada teman-temanku,salam perpisahan kepada mereka.

5 bulan kemudian......

Langit malam ini cerah sekali,bintang-bintang bermunculan menambah keramaian di malam hari.

Walau sudah berlalu cukup lama aku masih saja memikirkan dia.
Dalam hati aku berharap,andai saja ada kesempatan lagi aku pasti akan mengatakannya dan andai saja aku bisa memilikinya aku pasti akan menjaganya.

Entah ada hal apa tiba-tiba ingin saja aku membuka inbox di email ku,ternyata ada banyak sekali dari teman-temanku dan dari banyak sumber yang tidak penting.

Aku melihatnya secara keseluruhan,memilih yang aku anggap penting saja.
Tiba-tiba aku berhenti pada satu nama.
Aku tak meyangka dia mengirimkan email kepadaku.


Aku kaget membaca isinya.
"Dasar kau pengecut,kenapa kau tidak pernah mengatakan langsung sampai aku harus dengar dari orang lain.sampai akhirnya aku tahu kau tidak juga mengatakannya,aku menunggu.dari awal aku menunggu kau mengatakannya karena aku juga punya perasaan yng sama dengan dirimu.sampai sekarang pun aku masih menunggu,tidak mudah bagiku untuk menulis ini.
Aku kesal dengan sikapmu,dasar pengecut"

Aku merasa tersambit dengan email itu,aku diam sejenak dan berpikir bahwa ini kesempatanku untuk menyatakan semuanya.
Segera aku membalas email itu,"satu bulan lagi aku datang ke jakarta,dan aku akan katakan semua yang sejujurnya"

1 bulan kemudian.....

Waktu yang aku tunggu tiba,aku telah di jakarta dan bergegas menemuinya.
Tiba-tiba kakiku lemas mendengar bahwa ia kini berada di rumah sakit dalam kondisi kritis,aku belum tahu penyakitnya apa.

Sesampainya di rumah sakit aku lansung melihatnya dan air mata menetes melihat orang yang kuncintai terbaring tak berdaya.

Aku segera menanyakan ke dokter apa penyakitnya.
Dokter mengatakan dia mengalami kerusakan hati dan harus segera dicari penggantinya.dari yang tersedia tidak ada yang cocok dengannya.
Kalau diminta dari orang lain,sama saja orang itu harus menyumbangkan nyawanya.

Aku terdiam cukup lama setelah mendengarkan kata dokter.
Dengan langkah pasti aku melangkah dan siap untuk menyumbangkan hatiku untuknya yang sama saja menyerahkan nyawaku.

Aku berbicara dengan orang tuanya dan menyelesaikan semuanya.
Aku juga menitipkan surat untuknya.

Operasi pemindahan berjalan.

Tiga hari kemudian....

Dia tersadar dari tidur panjangnya.
Dia bertanya kepada orang tuanya,darimana dia mendapatkan donor hati.
Orang tuanya pun langsung memberikan suratnya kepada dia.

"aku datang menepati janjiku,aku sedih melihatmu terbaring.maaf,aku datang terlambat,aku menyesal tidak mengatakannya dari dulu kepadamu.
Tapi mungkin kini aku bisa tersenyum,melihatmu kembali lagi.
Aku membuktikan kepadamu bahwa memang aku mencintaimu.kini hatiku ada ditubuhmu,mungkin dengan cara ini kita bisa bersatu,hatiku untukmu.
Aku selalu mencintaimu"

Serpihan air mata itu terus jatuh....

Selesai----____

Puisi Untukmu

Ini puisi untukmu
Untukmu yang selalu ada dihatiku
Mengisi lembaran putih yang polos
Mengukir sebuah pahatan apik yang terdalam

Untukmu yang mungkin takkan pernah tahu
Tahu bahwa kukagumi
Tahu bahwa kusayangi
Bahwa aku mencintaimu

Puisi ini kupersembahkan untukmu
Dengan rasa terdalam aku tulis ini semua
Semua yang aku rasakan selama ini
Tak semua kata bisa terucapkan
Tak semua kata bisa tertumpahkan
Selembar kertas tidak bisa mewakili

Bacalah dan simpanlah puisi ini
Pahamilah untuk kau mengerti
Mungkin dengan ini kau bisa mengerti
Mengerti akan sebuah rasa yang terpendam

Puisi ini adalah aku...
Aku yang mencoba membuat kau mengerti

Saat ini cuma secarhk puisi yang aku persembahkan
Tapi aku berjanji
Aku akan persembahkan semua pada waktunya

Simpanlah karena aku tak mengerti hari esok...

Esok mungkin aku telah pergi dan tidak melihat senyummu lagi
Senyummu yang telah lama aku simpan

Bawalah ini untukmu
Sebagai tandai aku mencintaimu....
Bersabar menunggu hingga kau mengerti


-dkeheningan malam 6 juli 2011-

31 Januari 2010

Ketika aku tahu ini takkan mudah
Aku mencari sebuah jalan yang lain
Pelabuhan lain tempat aku bertepi
Mencari naungan yang tepat bagi diriku

Perjalanan kali ioni terasa berat bagiku
Aku berthan juga karena rahmatmu
Semuanya jatuh saat aku melangkah
Semuanya kusyukuri sebagai pejalaran hidup

Kini aku mengakhiri sesuatu dalam diriku
Mencoba untuk tegar dalam segalanya
Semuanya abadi dan takkan pernah terlupakan
Perjalanan ini membuatku jadi dewasa

Aku juga mengawali sebuah perjalanan baru
Sebuah perjalanan menuju masa depan
Aku mohon rahmatmu kembali
Apa saja jalan yang kupilih hatiku tertuju padamu Tuhan.


Kemah Gede,Cipanas 15-19 Desember 2009
Retret penentuan Seminari Wacana Bhakti

Udara dingin menyelimuti

Sinar lampu menerangi semuanya

Keheningan terasa menusuk

Hanya detak jam yang terasa terdengar

Aku terdiam dalam heningku

Memikirkan akans ebuah keberadaan

Sebuah rasa yang sulit aku ambil

Benar-benar berkelok bagiku

Waktu tiada rasa berputar kembali

Semuanya terabaiakan dalam beberapa saat

Waktuku telah tiba dan inilah saaatnya

Waktu benar-benar mengejar aku sekarang

Aku diam dan memandang sebuah bintang

Berharap dia datang dan membimbingku

Aku sadar,aku masih butuh waktu

Aku baringkan badanku mencoba terlelap

Segelas air meneyegarkan tubuhku

Sinar matahari menghangatkan aku

Aku hirup udara itu secara mendalam

Mencoba meresapi arti sebuah keberdaan

Aku sadar memahami itu sulit

Memilih,memahami dan mengerti

Aku masih saja merasa belum siap

Semua begitu sulit bagiku

Kembalin mencoba aku bermemori

Mengungkap segala yang ada

Mencoba menentukan semuanya

Semua dimulai dan berakhir saat aku berkata

Hatiku telah kuletakkan dan kulapangkan

Mencoba inilah yang terbaik bagiku

Semua telash saatnya bagiku

Waktunya trelah tiba semua

Dengan tegar kukatakan semuanya

Walaupun jiwaku terasa terguncang

Inilah keberadaan dan keputusanku

Aku berhenti disini dan memulai jalan lain


Kemah Gede,Cipanas 15-19 Desember 2009

Retret penentuan Seminari Wacana Bhakti

Slide Photo